Demi P3K, Bupati Arsal Aras Rela Tunda Pembangunan "Ini Soal Kemanusiaan, Bukan Angka Main-Main!"

Demi P3K, Bupati Arsal Aras Rela Tunda Pembangunan "Ini Soal Kemanusiaan, Bukan Angka Main-Main!"
BB - Mateng., Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., menegaskan komitmen luar biasa pemerintah daerahnya: menunda sementara pembangunan fisik demi menjamin kesejahteraan tenaga kontrak P3K, tidak hanya di Mamuju Tengah, tetapi seluruh Sulawesi Barat.
 
"Kami rela menunda pembangunan demi P3K. Ini bukan soal angka semata, ini soal kemanusiaan," tegas Bupati Arsal Aras dalam penyampaiannya.

Bupati mengungkapkan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memastikan gaji P3K dibayarkan hingga Desember 2026, meskipun harus menanggung beban besar. "Kalau gaji P3K saja enam bulan tertunda, dan kita punya dana 50 miliar, saya sendiri pun merasa sakit memikirkannya. Angkanya tidak main-main, dan ini persoalan kemanusiaan yang harus kita selesaikan," ujarnya.
Bupati menjelaskan, saat ini belanja pegawai di daerah sudah mencapai di atas 42%, jauh melampaui batas minimal 30% sesuai Undang-Undang No. 1 Tahun 2022. Jika aturan ini diterapkan ketat mulai 2027, beban keuangan daerah akan semakin berat bahkan bagi ASN sekalipun. Pemerintah daerah pun telah mengajukan surat ke pemerintah pusat untuk mencari solusi bersama, karena kondisi ini dirasakan hampir seluruh daerah di Indonesia.
931 tenaga P3K telah diperpanjang kontraknya tahun ini. 316 tenaga lainnya mendapat perpanjangan 2 tahun ke depan. Tahap kedua masih menyasar sekitar 99 orang. Perangkat desa yang telah mengabdi hingga usia pensiun 60 tahun pun mendapat perpanjangan masa bakti 2 tahun.
 
Bupati berharap, dengan jaminan keberlanjutan kerja, para pegawai dapat meningkatkan integritas dan kinerja. "Kami beri ruang, kami beri perhatian maka kami pun berharap kinerja yang terbaik untuk masyarakat," ucapnya.
Bupati juga menyampaikan kabar gembira penerbitan Nomor Induk Perangkat Desa telah membuka akses perbankan dan kredit bagi perangkat desa bahkan ada yang memanfaatkannya untuk modal menikah. "Mereka bilang, 'Kami bisa nikah, bisa punya rumah.' Itu kebahagiaan yang tidak ternilai," ungkapnya.

Diakui Bupati, pemerintah daerah menghadapi tekanan anggaran luar biasa, puluhan miliar rupiah dipotong dari anggaran daerah, dan hingga saat ini pembangunan fisik dari APBD hampir dihentikan sementara, semua dialihkan untuk menjamin gaji, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
 
"Kami diuji di tahun-tahun pertama pemerintahan ini. Tapi kami tidak akan menyerah. Selama kami bisa menjamin kesejahteraan saudara-saudara kami, itu prioritas utama," tutup Bupati Arsal Aras.(*34)
Share:

Kepala BKD Mamuju Tengah Dr. Hasanuddin HW Perpanjang PPPK 931 Orang Tahun 2026, Tekankan Profesionalisme, Integritas dan Sinergi Pelayanan

Kepala BKD Mamuju Tengah Dr. Hasanuddin HW Perpanjang PPPK 931 Orang Tahun 2026, Tekankan Profesionalisme, Integritas dan Sinergi Pelayanan
 
BB - Mateng., Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mempertahankan keberlangsungan pelayanan publik melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamuju Tengah, Dr. Hasanuddin HW, S.Ag., M.Si., melaporkan hal tersebut dalam acara penyerahan dokumen perpanjangan perjanjian kerja PPPK, Kamis (6/8).
 
Dalam laporannya, Dr. Hasanuddin menjelaskan bahwa perpanjangan PPPK ini merupakan rangkaian tahapan yang telah berjalan sejak awal tahun. Pada bulan Maret lalu telah diperpanjang perjanjian kerja bagi 247 tenaga, diikuti 368 tenaga kesehatan pada bulan Mei, dan hari ini kembali diserahkan dokumen perpanjangan bagi 316 orang PPPK.
 
Rincian perpanjangan yang diserahkan hari ini PPPK pengangkatan tahun 2023., 98 orang, terhitung mulai 1 Juni 2026. PPPK pengangkatan tahun 2025., 218 orang, terhitung mulai 1 Juli 2026, yang terdiri dari tenaga teknis 139 orang, tenaga kesehatan 9 orang, dan tenaga guru 70 orang
 
"Sehingga sampai saat ini sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah telah memperpanjang perjanjian kerja PPPK. Baik tenaga guru, kesehatan, maupun tenaga teknis sebanyak 931 orang," ungkap Dr. Hasanuddin.
 
Kepala BKD menegaskan bahwa perpanjangan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kinerja, kedisiplinan, dan pengabdian seluruh tenaga PPPK di lingkungan Pemkab Mamuju Tengah.
 
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hasanuddin juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh tenaga PPPK yang diperpanjang masa kerjanya. Pertama, tingkatkan terus profesionalisme dan potensi dalam menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, baik sebagai tenaga teknis, tenaga pendidik, maupun tenaga kesehatan. Kedua, jaga integritas, disiplin, dan etika kerja sebagai bagian dari aparatur negara yang berorientasi pada pelayanan publik. Ketiga, bagi tenaga guru teruslah menjadi pendidik yang mencerdaskan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa; bagi tenaga kesehatan, jadilah garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat; dan bagi tenaga teknis, jadilah motor penggerak pembangunan di berbagai sektor.
 
Diakhir sambutannya, Dr. Hasanuddin juga mengajak seluruh unsur aparatur untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang baik antar sesama pegawai, baik ASN-PNS maupun PPPK, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima di Kabupaten Mamuju Tengah.(*34)
Share:

Penyerahan Sekaligus Perpanjangan Perjanjian Kerja PPPK 2023–2025 di Mamuju Tengah Umar H. Tekankan Pengabdian Maksimal Dan Jangan Lagi Terlambat Gaji

Penyerahan Sekaligus Perpanjangan Perjanjian Kerja PPPK 2023–2025 di Mamuju Tengah Umar H. Tekankan Pengabdian Maksimal Dan Jangan Lagi Terlambat Gaji
 
BB - Mateng., Mamuju Tengah, 6 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar acara penyerahan sekaligus perpanjangan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi tenaga Guru, Kesehatan, dan Tenaga Teknis hasil pengangkatan tahun 2023 dan 2025, Senin (6/8). Acara ini menjadi momen penting bagi ratusan tenaga honorer yang kini resmi memperpanjang masa bakti di lingkup Pemkab Mamuju Tengah.
 
Mewakili Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah, Umar H. dari Fraksi PKB hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh tenaga PPPK yang dilantik dan memperpanjang masa kerjanya untuk ketiga kalinya.
 
"Ada dua hal utama yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan sekalian," ujar Umar H.
 
Pertama, bagi rekan-rekan yang SK-nya diperpanjang — baik yang masuk pengangkatan tahun 2023 maupun 2025 — diharapkan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, sesuai harapan pemerintah dan masyarakat. Perpanjangan ini bukan hal yang mudah, melainkan hasil dari perjuangan yang panjang, sehingga harus diiringi dengan pengabdian yang tulus dan kinerja yang optimal.
 
Kedua, Umar H. menyampaikan harapan tegas agar ke depannya tidak lagi terjadi keterlambatan pembayaran gaji maupun kendala administratif lainnya. Selama ini banyak keluhan terkait keterlambatan penerimaan hak, yang memaksa para tenaga PPPK harus bolak-balik ke kantor untuk menanyakan kejelasan.
 
"Kami berharap hal seperti itu tidak terjadi lagi. Jangan sampai ada keluhan gaji terlambat atau harus terus bertanya ke kantor. Semoga ke depannya semuanya berjalan lancar, transparan, dan tepat waktu," tegasnya.
 
Acara ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh tenaga PPPK dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk menjamin kesejahteraan dan kepastian hak para tenaga pengabdi negara tersebut.(*34)
 
 
 

Share:

Persiapan HUT ke-81 RI 72 Paskibraka Mamuju Tengah Mulai Latihan, Kesbangpol Tekankan Kesiapan dan Kesehatan

Persiapan HUT ke-81 RI 72 Paskibraka Mamuju Tengah Mulai Latihan, Kesbangpol Tekankan Kesiapan dan Kesehatan
 
BB - Mateng., Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mamuju Tengah memantau kesiapan Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan kemerdekaan tahun 2026.
 Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mamuju Tengah, Zulkifli Anwar, SE, M.TR.AP, menyampaikan bahwa persiapan telah berjalan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. "Saat ini kita sudah memasuki masa latihan di lingkungan Kantor Bupati. Penginapan juga sudah disiapkan di tempat yang telah ditentukan. Tersisa tujuh hari lagi untuk pemantapan materi dan latihan sebelum hari H," ungkapnya.
 
Ia berharap seluruh anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan baik, sempurna, dan tanpa kendala. "Kami berdoa semoga segala persiapan berjalan lancar dan amanah dalam mengemban tugas mulia ini," tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol, Susianto Petrus, S.IP., M.M, menekankan aspek kesehatan para peserta mengingat cuaca yang sedang panas. "Harapan utama saya adalah adik-adik dapat berlatih dengan baik, namun tetap menjaga kesehatan. Kepada pelatih, pembina, dan tim medis, mohon pantau terus kondisi fisik mereka. Jika ada yang merasa kurang sehat, segera ditangani agar tetap prima saat hari pelaksanaan," ujarnya.
 
Tahun ini, sebanyak 72 orang Paskibraka terpilih dan mengikuti masa latihan, terdiri dari 36 putra dan 36 putri. Kesbangpol mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mamuju Tengah dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi kesiapan pasukan agar dapat tampil maksimal pada peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.(*34)
Share:

Persiapan Matang, Turnamen Pickleball Pertama di Mamuju Tengah Siap Digelar dengan Hadiah Rp30 Juta

Persiapan Matang, Turnamen Pickleball Pertama di Mamuju Tengah Siap Digelar dengan Hadiah Rp30 Juta
 
BB - Mateng., Persiapan pelaksanaan turnamen pickleball pertama di Kabupaten Mamuju Tengah terus dilakukan dengan matang, terutama dalam penyiapan lapangan dan areal yang akan digunakan. Mengingat olahraga ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Mamuju Tengah, panitia memastikan segala kesiapan berjalan dengan baik guna menjamin kelancaran ajang tersebut.
 
Turnamen ini menawarkan total hadiah mencapai Rp30.000.000 (Tiga Puluh Juta Rupiah), yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Kejuaraan yang semula direncanakan terbuka untuk tingkat nasional, kemudian disesuaikan menjadi lingkup wilayah Sulawesi Barat seiring masih dalam prosesnya regulasi dari tingkat pusat. Meski demikian, kegiatan ini tetap diikuti peserta yang datang dari Sulawesi Selatan (Sidrap dan Makassar) serta berbagai wilayah di Sulawesi Barat.
 
Dana pelaksanaan turnamen sepenuhnya bersumber dari swadaya panitia, kontribusi peserta, serta dukungan sponsor yang sifatnya tidak mengikat.
 
Ketua Panitia, Iqbal, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga pickleball kepada masyarakat luas. Ke depannya, pihaknya berencana bekerja sama dengan KONI Mamuju Tengah untuk menyusun program pembinaan atlet, terutama sejak usia dini, guna menjaring bibit-bibit unggul daerah.(*34)
Share:

Hadapi Kekeringan, UPTD Air Bersih Mateng Siapkan Pompanisasi dan Satgas Distribusi Air

Hadapi Kekeringan, UPTD Air Bersih Mateng Siapkan Pompanisasi dan Satgas Distribusi Air
BB - Mateng., Kepala UPTD Air Bersih Kabupaten Mamuju Tengah, Amiruddin, ST., menyampaikan sejumlah langkah cepat yang akan segera dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Wakil Bupati sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang semakin terasa.
 
Ia menjelaskan bahwa salah satu layanan yang terdampak cukup signifikan adalah wilayah Topoyo. Hal ini dikarenakan sumber air baku yang bersumber dari Bendungan saat ini mengalami kekeringan. Untuk mengatasinya, pihaknya berencana segera membangun sistem pompanisasi dari aliran sungai sebagai sumber cadangan.
 
"Kami akan bergerak cepat. Pengadaan dan pemasangan pompanisasi akan kami percepat untuk menutupi kekurangan pasokan air akibat mengeringnya sumber utama," ungkap Amiruddin.
 
Selain upaya jangka pendek tersebut, UPTD Air Bersih juga telah membentuk Satuan Tugas bersama para pemangku kepentingan. Dukungan penuh turut diberikan oleh jajaran TNI, Polres Mamuju Tengah, BPBD, dan Damkar yang telah turun langsung membantu pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki ke titik-titik krisis.
 
Pihaknya juga telah memetakan wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Pendistribusian air dilakukan siang dan malam guna memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi. Amiruddin pun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, menghemat pemakaian, dan menampung air sepenuhnya saat pasokan tersedia.
 
"Kami berharap musim kemarau ini tidak berlarut-larut, sehingga sumber air kita dapat kembali normal dalam waktu dekat," pungkasnya.(*34)
Share:

Hadapi Musim Kemarau, Wakil Bupati Askaryar Tekankan Peningkatan Produksi Air Bersih dan Kesiapan Cadangan Alat

Hadapi Musim Kemarau, Wakil Bupati Askaryar Tekankan Peningkatan Produksi Air Bersih dan Kesiapan Cadangan Alat
 
BB - Mateng., Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., meminta jajaran terkait menyusun strategi pengelolaan air bersih yang matang guna mengantisipasi kebutuhan warga di tengah musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung beberapa bulan ke depan.
 
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kapasitas produksi air bersih saat ini baru mencapai 30 liter per detik, yang belum mampu menjangkau seluruh wilayah. Oleh karena itu, ia mengarahkan agar produksi ditingkatkan menjadi 40 liter per detik dengan memanfaatkan sepenuhnya sumber-sumber yang tersedia, termasuk dari Tobolan dan Tobada.
 
"Dengan tambahan 10 liter per detik tersebut, Insya Allah wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau seperti Bulu Rembu, Perumahan Eka Permai, Pengalloang, dan Tumbu dapat terlayani dengan baik," ujar Wakil Bupati.
 
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya kesiapan alat cadangan dan sistem pengawasan dini. Mengingat instalasi beroperasi 24 jam, risiko kerusakan sangat mungkin terjadi. Oleh sebab itu, harus tersedia pompa cadangan serta strategi penanganan cepat agar pelayanan tidak terhenti ketika ada kerusakan.
 
Hal itu disampaikan mengingat beban pelayanan semakin berat, di mana pasokan air bersih juga harus disalurkan ke 18 desa yang mengalami krisis air. Kondisi beberapa instalasi seperti di Babana dan Tobada yang dilaporkan mengalami kerusakan, juga menjadi perhatian khusus agar segera diperbaiki dan diantisipasi sejak dini.
 
"Kita harus punya antisipasi awal. Jangan sampai pelayanan terputus apalagi di saat kebutuhan air semakin mendesak," tegasnya.(*34)
Share: