BB – Mateng., Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyalurkan program unggulan "Beasiswa Kuat", kali ini di Kecamatan Karossa, Kamis (10/10). Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Mamuju Tengah, Unsur Muspika, pimpinan instansi terkait, pengawas, kepala sekolah, guru, orang tua, serta para siswa penerima manfaat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah, Marhuding, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa di Kecamatan Karossa terdapat total 229 siswa yang berhak menerima beasiswa tahun 2026. Rinciannya, jenjang SD sebanyak 121 murid (100 murid dari keluarga kurang mampu dan 21 murid berprestasi), serta jenjang SMP sebanyak 108 murid (106 murid dari keluarga kurang mampu dan 2 murid berprestasi).
"Program Beasiswa Kuaat ini adalah wujud nyata komitmen Bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk meringankan beban biaya pendidikan sekaligus mendorong semangat belajar anak-anak kita agar terus berprestasi, baik secara akademik maupun non-akademik," ujar Marhuding.
Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan program ini dengan peningkatan nilai bantuan yang signifikan. Lebih lanjut untuk tahun 2027 Pemerintah meningkatkan Bantuan untuk jenjang SD naik menjadi Rp700.000 per siswa, sedangkan jenjang SMP meningkat menjadi Rp800.000 per siswa.
Marhuding juga mengutip pesan Bupati Mamuju Tengah bahwa investasi terbesar bagi masa depan bangsa bukanlah harta benda, melainkan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11: "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
"Kesuksesan itu bukan semata-mata karena kecerdasan, melainkan karena kesungguhan dan kemauan.
We study, never pause. Belajar jangan pernah berhenti, karena kalianlah yang akan membangun Mamuju Tengah di masa depan," tambahnya menyemangati para siswa.
Penyerahan beasiswa di Kecamatan Karossa menutup rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di lima kecamatan se-Kabupaten Mamuju Tengah. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan program ini terus berjalan berkelanjutan agar tidak ada anak putus sekolah karena keterbatasan biaya.(*34)





