BB – Mateng., Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., menutup rangkaian penyerahan program Beasiswa Kuat di Kecamatan Karossa, Kamis (10/10), sebagai kecamatan kelima sekaligus lokasi terakhir penyaluran tahun 2026. Sebanyak 229 siswa di Kecamatan Karusa menerima bantuan, dari total 1.143 siswa se-Kabupaten Mamuju Tengah yang menjadi penerima program unggulan pemerintah daerah ini.
Dalam arahannya, Bupati berpesan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak, bukan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. "Jangan sesampainya diterima langsung dipakai untuk top up game atau keperluan lain yang tidak mendukung belajar," tegasnya.
Terkait kategori penerima berprestasi, Bupati menegaskan penghargaan ini terbuka untuk semua anak tanpa pandang latar belakang. "Anak petani, anak nelayan, siapapun yang berprestasi, berhak mendapatkannya tidak terkecuali. Bahkan anak pejabat pun jika berprestasi, tetap kami berikan, karena ini soal penghargaan atas usaha dan prestasi anak itu sendiri," jelasnya.
Bupati menekankan komitmen pemerintah daerah, tidak boleh ada lagi anak di Mamuju Tengah yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Jika ada keluarga yang kesulitan, masyarakat diminta menyampaikan kepada pemerintah agar dicarikan solusi.
Kepada para orang tua, khususnya kaum ibu, Bupati mengingatkan agar tidak menikahkan anak usia dini. "Tamat SMP belum berarti berhenti. Sekolahkan anak setinggi mungkin. Pernikahan dini berisiko memutus masa depan anak, bahkan memicu perceraian dini dan risiko stunting pada anak-anak mereka kelak," ujarnya. Beliau mencontohkan data yang menunjukkan lebih dari 90 persen kasus perceraian di daerah ini melibatkan pasangan yang menikah di usia muda.
"Pendidikan adalah kunci memutus rantai kemiskinan. Pejabat dan guru suatu saat akan pensiun, maka penerusnya adalah anak-anak kita hari ini. Kasih mereka kesempatan belajar setinggi-tingginya, agar Mamuju Tengah terus maju di tangan generasi yang cerdas," pesan Bupati menutup kegiatan.(*34)





