BB — Mateng., Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan Kerja Sama Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mamuju Tengah, Hamsa, S.E., menyerahkan peralatan mesin pengolah santan kepada Pemerintah Desa Kire dalam acara yang berlangsung penuh kebersamaan dan doa, bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Dalam penyampaiannya, Hamsa menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyerahan program ini, yang semula direncanakan beberapa waktu lalu. Keterlambatan terjadi karena pihaknya secara khusus mencari mesin yang berkualitas dan tahan pakai, mengingat pengadaan alat serupa pada tahun dua ribu dua puluh dua dinilai belum maksimal dan mengalami kerusakan. Pencarian alat terbaik dilakukan hingga ke Surabaya saat agenda Mukhtamar NU di Jombang, demi menjamin peralatan yang diterima benar-benar bermanfaat dan awet digunakan.
Mesin pengolah santan ini memiliki kapasitas mampu melayani hingga tiga unit pengolahan secara bersamaan jika dioperasikan secara maksimal. Meskipun belum dilakukan uji coba langsung di lokasi karena keterbatasan ketersediaan bahan baku kelapa di sekitar, peralatan ini telah terbukti efisien di wilayah lain dan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga Desa Kire.
“Alhamdulillah, Desa Kire menjadi salah satu desa penerima manfaat melalui gerakan Jaringan Infaq dan Sedekah. Dana yang digunakan adalah himpunan infak dan sedekah dari masyarakat, yang kami kembalikan kembali untuk kemaslahatan warga yang membutuhkan. Kami hanyalah pengelola yang mengamanahkan titipan ini kepada Anda semua,” ujar Hamsa.
Lebih lanjut, pihaknya memaparkan tiga pilar pendampingan ekonomi yang akan didorong bersama pemerintah desa: penyediaan informasi peluang usaha, pemberian akses permodalan dan peralatan, serta penguatan pemasaran produk. Ke depannya, Basnas juga merencanakan pembentukan Rumah Kreatif sebagai pusat pengumpulan, pengembangan, sekaligus pemasaran hasil karya warga, agar produk unggulan desa dikenal luas dan memiliki nilai jual yang layak.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat ekonomi saat ini, tetapi melahirkan kemandirian warga serta membuka peluang usaha lain yang berkelanjutan di masa mendatang. (*34)





