SOSIALISASI INOVASIIBU PERTIWI: INTEGRASI BUDIDAYA LEBAH MADU DI PERKEBUNAN SAWIT INTI DAN RAKYAT

SOSIALISASI INOVASI
IBU PERTIWI: INTEGRASI BUDIDAYA LEBAH MADU DI PERKEBUNAN SAWIT INTI DAN RAKYAT

BB - Mateng., Nurzain Sekdis DKPP Mateng. Melalui Kajian Akademik Sawit merupakan salah satu sumber yang mampu memberikan pakan lebah di Mamuju Tengah. 
Tujuan dari Inovasi "IBU PERTIWI: INTEGRASI BUDIDAYA LEBAH MADU DI PERKEBUNAN SAWIT INTI DAN RAKYAT". Mengingat Mateng ini adalah Pengelola dan Penghasil Sawit terbesar di Sulawesi Barat dengan Luas sebaran lahan sekitar 39.107,86 hektar tersebar untuk sawit petani rakyat sekitar 36.159,15 hektar sementara luas perkebunan budidaya atau kebun inti sekitar 2.948,71 hektar. Sangat berpotensi untuk budidaya lebah madu di perkebunan sawit. Paparnya.
Wakil Bupati Mamuju Tengah. Dr. H. Askary, Sos., M.Si., Beri apresiasi dengan adanya inovasi "INTEGRASI BUDIDAYA LEBAH MADU DI PERKEBUNAN SAWIT INTI DAN RAKYAT". Apalagi untuk kepentingan masyarakat petani dalam peningkatan ekonomi masyarakat sesuai dalam visi dan misi agropolitan Mamuju Tengah. 
Iya juga menegaskan dengan adanya inovasi untuk menjawab efisiensi anggaran ditengah keterbatasan kita saat ini, perlu adanya inovasi yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat kita. Lanjut Askary, Hanya saja kegiatan seperti ini harusnya yang di undang adalah Kelompok Masyarakat Petani Sawit agar lebih memahami dan lebih berkontribusi adalah Kelompok Petani. Tegasnya 
Askary menegaskan pentingnya program ini kedepannya yang di utamakan dalam sosialisasi adalah masyarakat dan kelompok tani sawit agar inovasi ini mampu di kembangkan kedepannya. (*34)
Share: