BB - Mateng., Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mamudutengah anjlok tajam pasca kebijakan pemerintah melalui BUMN, dari sebelumnya Rp2.400–Rp2.700 menjadi hanya Rp1.100–Rp1.700 per kilogram. Penurunan ini memangkas pendapatan petani hingga 50–60 persen dan memukul perekonomian warga.
Merespons hal itu, Kepala Desa Salugata sekaligus Ketua Asosiasi Pemdes BSI Mamudutengah, Ali Muddin, meminta perbankan dan lembaga pembiayaan memberi keringanan. Ia memohon penangguhan angsuran kredit bagi petani, mengingat kemampuan bayar kini tidak seimbang dengan hasil penjualan sawit.
“Kami akan menyurati pihak terkait agar penangguhan diberikan sampai harga kembali normal. Nanti saat kondisi membaik, kewajiban kredit warga dapat dijalankan kembali,” ujarnya, berharap kebijakan ini mencegah masalah keuangan baru di kalangan petani.(*34)





