BB - Mateng., UPTD SMP Negeri 6 Topoyo menggelar acara pelepasan siswa kelas IX dengan suasana haru namun penuh kehangatan dan kebersamaan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilaksanakan di lapangan terbuka, tahun ini kegiatan diadakan di dalam gedung, berdasarkan kesepakatan bersama dalam rapat dewan siswa, guna menciptakan suasana yang lebih nyaman, tertib, dan bermakna.
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Topoyo, Mahmud, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengawali dengan mengucapkan puji syukur atas rahmat dan kesehatan yang diberikan sehingga acara perpisahan dapat terselenggara dengan baik. Ia menyampaikan rasa bangga sekaligus haru, mengingat para siswa yang telah menamatkan pendidikannya merupakan siswa-siswa berprestasi. Berbagai capaian telah diraih, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, guru, dan orang tua.
“Kepada para alumni, kami berpesan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di sekolah-sekolah terbaik. Bekal sikap baik, disiplin, dan ilmu yang telah didapat di sini harus menjadi modal utama untuk meraih prestasi baru di tempat pendidikan selanjutnya,” tegas Mahmud. Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh pihak, para guru, dan warga sekolah yang telah bersinergi demi kemajuan pendidikan dan keberhasilan para siswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah, Hj. Nirwanasari Aras T, SE., M.Si., yang hadir mewakili orang tua siswa menyampaikan rasa bangganya terhadap kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Ia menuturkan bahwa sekolah-sekolah di lingkungan ini merupakan lembaga yang luar biasa, berkualitas, dan mampu melahirkan banyak prestasi. Hal ini dibuktikan dari jejak pendidikan anak-anaknya yang semuanya bersekolah di sekolah daerah dan kini melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas di institusi terkemuka.
Dalam pesan khususnya, Hj. Nirwanasari berpesan agar para pendidik memperlakukan semua siswa secara setara tanpa membedakan latar belakang orang tua, baik anak pejabat maupun masyarakat umum. “Saya titipkan anak saya, bukan sebagai anak pejabat atau anak dinas, melainkan sebagai murid biasa. Perlakukan sama seperti siswa lainnya, dan jika ada kesalahan, silakan berikan pembinaan sesuai prosedur yang berlaku di sekolah,” ungkapnya. Ia juga berharap agar putrinya yang akan melanjutkan pendidikan dapat ditempa di lingkungan pesantren agar semakin matang dalam akhlak dan ilmu agama.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar seluruh lulusan SMP Negeri 6 Topoyo dapat meraih kesuksesan yang lebih gemilang di masa depan.(*34)





