DPRD Mamuju Tengah Gelar RDP dengan BUMDes, Fokus pada Kinerja dan Transparansi

DPRD Mamuju Tengah Gelar RDP dengan BUMDes, Fokus pada Kinerja dan Transparansi
 
BB - Mateng., Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-kabupaten, Selasa (28/4/2026).
 
Rapat yang dipimpin oleh Andi Rudi S Tammauni ini membahas evaluasi kinerja, kendala operasional, serta kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Fokus pembahasan meliputi pemetaan potensi usaha, efisiensi pengelolaan aset, dan transparansi pengelolaan keuangan.
 
“Tujuannya memastikan BUMDes benar-benar berfungsi meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Rudi.
 
Sementara itu, Muh Risal menekankan pentingnya pengawasan operasional. Hal ini dinilai krusial mengingat kedudukan BUMDes yang strategis namun tetap berada di bawah kewenangan pemerintah desa.
 
Dalam paparan data, tercatat total penyertaan modal untuk BUMDes mencapai Rp5,36 miliar. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya hanya 55% BUMDes yang telah memiliki badan hukum, serta adanya ketimpangan permodalan antar desa.
 
Beberapa perwakilan BUMDes juga memaparkan kondisi usaha mereka. Unit usaha penyewaan rumpun dinilai berjalan stabil, berbeda dengan sektor lain yang masih menemui hambatan. Sektor perikanan mengalami kendala akibat perubahan kualitas air, usaha peternakan ayam merugi karena biaya pakan yang tinggi, sementara sektor pertanian belum menghasilkan karena masih dalam tahap pengembangan dan terkendala pemasaran.
 
Di sisi lain, usaha peternakan sapi menargetkan hasil yang positif. Dengan anggaran Rp166 juta untuk pembelian 13 ekor sapi, target penjualan pada akhir tahun diperkirakan meraup keuntungan bersih sekitar Rp39 juta dengan sistem bagi hasil 50:50.
 
Rapat ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, Kepala Desa, dan pengurus BUMDes. Agenda ini bertujuan mengevaluasi kinerja tahun 2025 dan merencanakan pengembangan usaha yang lebih profesional ke depannya. Berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak unit usaha yang belum optimal atau mengalami kegagalan, sehingga evaluasi mendalam sangat diperlukan.(*34)
Share: